small-soft-bright-hearts-on-table_23-2147992962

Menyoal Poligami dan Akhwat

Disclaimer:

Tulisan ini mungkin akan terlihat sensitif dan dianggap sebagai kampanye hitam saat menjelang pemilu. Well, it’s not. Tulisan ini gue bikin karena gue pengen tahu soal poligami dan keingin tahuan gue soal kenapa “kalangan PKS” seperti akrab dengan poligami ini. Jadi, silahkan baca dulu hingga selesai

________________________________________________

Banyak orang termasuk gue yang memandang negatif poligami, bahkan di twitter beberapa minggu kemaren lagi rame sama hashtag #TolakPartaiPoligami, dalam 5 Panduan Memilih Caleg Bersih yang dibuat oleh akun @Bersih2014, poin pertamanya menyebutkan “Tidak memilih caleg yang melanggar HAM, Melakukan Korupsi, Berpoligami, Merusak Lingkungan, Berpihak Pada Buruh Murah, Anti Toleransi & Setuju dengan cara-cara kekerasan”.

Enggak dulu, enggak sekarang, melakukan Poligami adalah salah! paling enggak persepsi itulah yang tampaknya “sengaja” dibangun.

gue jadi mikir, kok kaya enggak ada yang bener soal Poligami ini, kalo emang enggak bener, lalu kenapa Rasulullah kasih contoh?

Membaca Ulang Lagi Soal Poligami

Eh bentar, gue baru tau ternyata ada tiga istilah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terkait Poligami ini, ketiganya yaitu:

poligami /po·li·ga·mi/ n sistem perkawinan yg salah satu pihak memiliki atau mengawini beberapa lawan jenisnya dl waktu yg bersamaan;

poligini /po·li·gi·ni/ n sistem perkawinan yg membolehkan seorang pria memiliki beberapa wanita sbg istrinya dl waktu yg bersamaan

poliandri /po·li·an·dri/ n sistem perkawinan yg membolehkan seorang wanita mempunyai suami lebih dr satu orang dl waktu yg bersamaan

communication-travel-geography-simple-africa_1232-3757

Khilafah menurut gue..

Gue bukan orang yang ahli agama, bukan juga orang yang ahli masalah politik atau pemerintahan, bukan juga orang yang paham sejarah Islam. Iyah, gue hanya segelintir orang awam yang gatel pengen komentar seputar Khilafah menurut pemahaman gue sendiri.

Tulisan ini juga bukan tulisan ilmiah dengan penelitian yang mendalam, tapi lebih pada keresahan otak gue terhadap gerakan untuk mewujudkan Khilafah Islamiyah.

Jelas, karena gue orang awam, pasti tulisan ini juga akan sangat mudah disanggah, gue juga enggak bertujuan untuk menggoyahkan keyakinan sebagian temen gue yang turut mendukung gerakan itu, tapi ini lebih pada pergolakan otak gue terhadap Khilafah Islamiyah itu sendiri.

Semacam resah sendiri gitu. Makanya gue tulis di blog gue.

Gue sengaja membaca “Manifesto Hizbut Tahrir untuk Indonesia; Indonesia, Khilafah dan Penyatuan Kembali Umat Islam” untuk sekedar memahami visi-misi mereka. Tapi membaca manifesto tersebut kesan pertama gue adalah, “kok ini semacam CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) yah?”, kaya mengagungkan masa lalu, sekedar mengenang romantisme kejayaan Islam zaman dahulu, semacam ga move-on gitu.

Khilafah dan Umat Islam menurut gue kaya permainan tebak-tebakan, semacam pertanyaan duluan mana sebenarnya telur sama ayam?

Mana yang perlu dipersiapkan dulu, Daulah Khilafah (Negara Islam) -nya kah? atau menyiapkan Umat Islam yang teguh menjalani syariat Islamnya dulu? Soekarno, pada tanggal 17 Agustus 1966, dalam pidato terakhirnya yang terkenal dengan JAS MERAH “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah” seakan mengingatkan gue untuk juga jangan lupa terhadap perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam.

beberapa hari yang lalu, gue sempet ngetwit begini, “sebenarnya Rasulullah itu diperintahkan Allah untuk bikin negara Islam ga sih?” salah satu teman gue yang juga seorang dosen bilang sepanjang yang dia tau dan baca, dia ga menemukan perintah Allah untuk mendirikan negara Islam. Dari sedikit sejarah yang gue tahu tentang Nabi Muhammad SAW juga hampir ga pernah gue menemukan cerita tentang usaha Nabi membentuk sebuah Negara Islam (kalo salah silahkan dikoreksi, namanya juga manusia dan orang awam)

Nabi enggak diperintahkan Allah untuk membentuk partai politik.
Nabi enggak diperintahkan Allah untuk membentuk organisasi masyarakat (ORMAS).

Perlahan tapi pasti, Nabi menyebarkan Agama Islam dengan damai. Nabi membentuk masyarakat Arab menjadi masyarakat yang beradab menurut syariat Islam. Nabi menyiapkan umat-Nya. Nabi melatih umat-Nya agar mampu mengamalkan apa yang diperintahkan Allah SWT. Syariat Islam, karena keberhasilan dakwah Rasul, bukan lagi sebuah tuntutan yang harus diperjuangkan namun sudah menjadi nafas dan gerak masyarakat Arab. Sehingga kemudian jelas, semua aturan sosial dan sistem pemerintahannya pun sesuai dengan syariat Islam. Islam kala itu sudah mendarah daging dan menjadi nafas masyarakat Arab.

Analoginya begini, orang Jepang terkenal dengan budaya kerjanya yang disiplin, tepat waktu, cepat mengambil keputusan dan pekerja keras. Ketika banyak perusahaan Jepang masuk ke Indonesia, budaya kerja orang Jepang itu dibawa juga ke Indonesia, ada banyak pelatihan terkait dengan budaya kerjanya. Tapi di Jepang? enggak ada tuh pelatihan budaya kerja orang Jepang, kenapa? karena budaya kerja yang begitu itu udah jadi kebiasaan mereka sejak kecil, sejak didalam keluarga. Jadi yah ga perlu diajarin lagi. Nah, menurut gue ini yang jauh lebih penting, menjadikan Islam sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, jadi bagian dari keseharian kita, ini yang – gue liat, bahkan sama gue sendiri – belum kejadian. Kalo Islam udah mengalir di darah daging kita, menjadi nafas dalam setiap gerak setiap orang, maka menurut gue ga perlu mendirikan Negara Islam bukan? Karena toh Islam sudah menjadi bagian dalam sistem sosial dan pemerintahan.

Pun begitu dengan Daulah Khilafah, menurut gue, terwujudnya Negara Islam atau Negara dengan Syariat Islam adalah hasil akhir – yang sementara ini , menurut gue, bahkan Nabi pun kayanya enggak kepikiran bikin negara waktu diangkat menjadi Rasul – dan menyiapkan umat Islam untuk kembali menjalankan Syariat Islam secara Kaffah adalah hal yang utama. Hal yang harusnya didahulukan (menurut gue).

Dulu sih mungkin mudah, karena masih ada Rasul, ada satu panutan, sumbernya jelas, Nabi Muhammad SAW. Tapi sekarang?

“Sesunggunya agama (ummat) ini akan terpecah menjadi 73 (kelompok), 72 di (ancam masuk ke) dalam Neraka dan satu yang didalam Surga, dia adalah Al-Jama’ah”.  (HR. Ahmad dan Abu Daud dan juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu”

Dalam hadistnya, Nabi saja sudah memprediksi bahwa ummat-Nya akan terpecah menjadi 73 kelompok. Lalu kelompok mana yang harus kita ikuti? bukankah semua juga berpedoman kepada Al-Qur’an dan Sunnah? Apakah musti ada 73 negara? atau kita musti ikut sama negaranya HTI?

Menurut gue, jauh lebih penting menyiapkan umat Islam terlebih dahulu untuk kembali menegakkan Syariat Islam. Jauh lebih penting membuktikan bahwa Islam adalah Rahmat bagi seluruh Alam. Bukan dengan mendirikan Negara Islam lalu baru menegakkan Syariat Islam. Bayangkan, jika seluruh manusia bisa menerima Syariat Islam, bukankah Amerika bisa saja Undang-Undangnya sejalan dengan Islam, meski dipimpin oleh Non-Muslim misalnya?

Ga usah jauh-jauh deh, bukankah banyak dari kita yang pergi haji berkali-kali namun tetangga dekatnya masih kelaparan?

Bukankah masih banyak yang berhutang untuk pergi Umroh sementara familinya kesulitan membayar SPP sekolah anaknya?

Cmon, start with something small first will ya? Nabi aja memulai menyebarkan agama Islam dari lingkungan terdekatnya bukan?

Gue bukan enggak setuju dengan adanya Negara yang sistem pemerintahannya sesuai dengan Syariat Islam, gue jelas setuju banget. Tapi membentuk partai politik dan melakukan gerakan untuk menjatuhkan sebuah negara berdaulat lalu kemudian mendirikan Negara Islam adalah bukan hal yang bijak menurut gue.

Segala hal yang ambisius menurut gue enggak akan berakhir baik. Nabi aja enggak berambisi menjadi Kepala Negara Madinah bukan? Umat Islam mengalami kemunduran bukan karena enggak ada Negara Islam, tapi karena kebanyakan dari kita sendiri sudah menjauh dari Al-Qur’an dan Hadist. Zaman Nabi, mungkin sangat mudah menemukan orang yang hafal Al-Qur’an, tapi sekarang? hafal arti bacaan Shalat aja udah syukur kali.

Gue cuma mau bilang gini, gimana mendirikan rumah kalo elo enggak melatih tukang bangunannya? gimana caranya mendirikan rumah tapi cuma ngajak orang rame-rame untuk mendirikan rumah yang elo impikan?

Satukan umat Islam dengan mengajak setiap orang untuk memahami kembali ajaran Allah SWT. Mendirikan Negara Islam menurut gue bukan jalannya, kayanya juga enggak ada dari 25 Nabi yang diperintah Allah untuk mendirikan sebuah Negara bukan?

ah, ada terlalu banyak tanya yang masih belum gue temukan kenapa ada gerakan untuk mendirikan Daulah Khilafah?

Oh iya, buat yang belum tau, Hizbut Tahrir adalah partai politik Islam ideologis. politik adalah aktivitasnya, dan Islam sebagai ideologinya. Didirikan oleh al-Imam al-’Allamah as-Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani pada 14 Maret 1953 M.

Hizbut Tahrir adalah partai politik dengan skala Internasional, hadir di lebih 40 negara.

Pertanyaan sederhana gue, terakhir, gimana gue bisa yakin kalo Islam bisa berjaya dengan sebuah partai politik? Semacam mengkerdilkan tujuan mulia dari Agama Islam sebagai Rahmat bagi seluruh Alam.

Wallahu A’lam Bishawab. Semoga Allah mengampuni segala kesalahan gue, aamiin.

shining-business-businessman-finance-studio_1134-685

Kriminalisasi Pembeli Seks; Belum Saatnya

Belakangan isu kriminalisasi pembeli seks ramai dibicarakan dikalangan penggiat isu HIV-AIDS. PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) adalah LSM yang pertama kali mencetuskan ide ini secara luas. “Sikap resmi” ini disuarakan oleh PKBI pada peringatan Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember 2013 di Bundara HI. Banyak pihak yang menolak ide ini, KPAN dalam pernyataan resminya[1] juga menolak wacana yang berkembang ini, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi juga tampaknya tidak sejalan dengan ide ini, beliau mengatakan bahwa pada tahap ini kita coba dulu dengan motivasi, dengan mendorong penggunaan kondom. Kalau memang bisa dihukum, dengan agama itu mungkin bisa. Kalau kita dari sisi kesehatan, setiap orang dibantu untuk sehat[2].

Saya tidak ingin membahas apakah wacana kriminalisasi pembeli seks ini akan berdampak signifikan terhadap penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia, tapi saya ingin melihatnya dari sisi lain, dari sisi negara yang menjadi acuannya. Ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa program HIV-AIDS di Indonesia yang telah berjalan hampir belasan tahun di Indonesia tidak membawa pengaruh yang signifikan terhadap kasus HIV-AIDS. Karenanya kemudian muncullah keinginan untuk mengangkat wacana baru dalam gerakan penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia, “PKBI” kemudian mengusulkan wacana kriminalisasi laki-laki yang membeli seks. Menurut mereka, pelanggan inilah yang memiliki peran besar terhadap penyebaran virus HIV, dan menyebabkan semakin tingginya kasus HIV di ibu rumah tangga. Karenanya, harus di hukum.

plate

GTM; sebuah opini

Iya, gue mungkin salah satu orang yang enggak percaya anak ga mau makan. Buat gue yang ada hanya anak belum mau makan. Itu kenapa gue ga percaya adanya GTM (Gerakan Tutup Mulut) pada anak. Kenapa harus bingung kalo anak ga mau makan? Beberapa jawaban kalo gue kasih pertanyaan itu pasti begini, “apa ga kelaperan nanti anaknya?” atau “nanti gizinya dari mana kalo ga makan?”.

Okeeeh..sebelum di rentet dengan berbagai pertanyaan, gue mau jelasin alasan kenapa gue ga percaya dengan GTM ini:

1.Kenalkan Rasa Lapar

Secara alami manusia udah dikasih rasa lapar. Prinsipnya sederhana, kalo lapar maka kita akan makan. Ini ga terjadi secara tiba-tiba tapi ada hormon yang mengaturnya.  Jadi sebenarnya anak ga akan membiarkan dirinya kelaparan. Pertanyaan mendasar buat kita orang tua adalah? Apakah anak kita merasa lapar? Atau hanya kita yang mengira-ngira kalo anak kita lapar?

Okeh, ini agak sedikit akademis, tapi menurut gue ini penting untuk tau bagaimana tubuh menciptakan rasa lapar dan rasa kenyang. Ini penting karena kalo anak ga pernah merasa lapar anak ga akan makan. Jadi, kenalkanlah anak dengan rasa lapar.

Jadi gini, didalam tubuh kita ada dua hormon yang bekerja kaya saklar lampu, matiin dan hidupin. Namanya Hormon Ghrelin dan Hormon Leptin, Hormon Ghrelin mengeluarkan rasa lapar dan Hormon Leptin menekan rasa lapar atau kasih tanda kalo kita udah kenyang. Lapar terjadi karena tubuh butuh energi untuk metabolisme, ketika butuh energi maka tubuh akan bekerja secara otomatis untuk meminta bahan bakar. Pada tahap ini biasanya tingkat gula darah dalam tubuh juga rendah. Ketika tidak ada bahan bakar didalam tubuh, yang itu berarti ketika perut kita kosong maka lambung akan mengeluarkan hormon ghrelin, hormon ini akan mengirim sinyal ke otak, menimbulkan rasa lapar dan memerintahkan kita untuk segera makan. Nah, coba tanya sama diri sendiri, anak kita udah lapar belum? Ini kenapa gue percaya seorang bayi / anak enggak akan membiarkan dirinya kelaparan.

Ada lagi yang namanya Hormon Leptin, hormon ini tugasnya untuk menekan rasa lapar atau bikin tanda kenyang. Leptin disimpan di lemak, makan dengan gizi yang tidak seimbang dan cenderung banyak lemak dapat merusak kadar leptin dan responnya. Sehingga kita bisa makan terus meski sebenarnya tubuh sudah cukup asupan. Disinilah obesitas dimulai.

Masalah anak ga mau makan menurut gue dimulai dari anak enggak mengenal rasa lapar. Karena kelewat parno, anak dijejelin mulu sama makanan kecil, apa aja dikasih asal masuk makanan. Atau bahkan sebagian besar akhirnya memilih memberikan susu formula atau UHT. Susu sapi seperti kita tahu adalah minuman tinggi lemak. Sederhana aja buat gue, kalo anak ga mau makan, jangan gantikan dengan minuman. Karena susu sapi tinggi lemak maka anak akan merasa mudah kenyang. Dalam jangka panjang, anak akan lebih memilih minum susu yang cenderung rasanya lebih enak, ga ribed minumnya dan dalam seketika bikin kenyang. Sederhana lagi kan, karena udah merasa kenyang dengan susu sapi, apakah salah kalo anak kita ga mau makan? Ada kalanya anak emang enggak mau makan pada jam makan, bisa karena menu belum pas, bisa karena belum mau makan karena masih mau main dan bisa karena belum mau makan karena masih kenyang.

Yang gue lakuin kalo anak gue ga mau makan cuma satu, gue berhenti kasih dia makan dan membiarkannya bermain dan tidak menggantikannya dengan yang lain.

So there you go, ada hormon dalam tubuh kita yang mengatur rasa lapar. Jadi seorang anak ga akan membiarkan dirinya kelaparan, tapi hormon lapar ini enggak akan pernah muncul kalo anak selalu merasa kenyang. Apalagi ketika ga mau makan malah dikasih makanan yang manis-manis, tentu asupan gula darah akan tetap meningkat, bahan bakar untuk energi akan tetap ada dan mekanisme alami seperti yang gue jelaskan diatas tidak akan pernah terjadi.

Hasilnya sederhana, tubuh ga merasa butuh bahan bakar, ga merasa lapar dan ga belum butuh makan.

2.Jangan jadi bos

Jadilah asisten pribadi buat anak kita yang tugasnya mengingatkan jadwal makan, menyiapkan makan dan bahkan me-nyuapi makan. Harusnya kita melanjutkan apa yang terjadi ketika menyusui, pada masa itu kan yang jadi bos malah anak kita. Kalo dia lapar tinggal minta lewat tangisan. Begitu pun ketika anak sudah makan. Ingatkan jadwal makannya, variasikan menu dan berhenti ketika dia sudah tidak mau makan.

Yang sering terjadi adalah kita kelewat jadi bos, menganggap anak udah waktunya makan dan menganggap anak harusnya udah lapar. Ga mau makan nasi akhirnya kita sediakan semua jenis makanan (baca: cemilan atau minuman).

Jadi kalo anak belum makan maka berhenti menawarkan dia makan. Tawarkan makan pada 30 menit atau 60 menit kemudian.Pada saatnya dia lapar maka mekanisme alami dalam tubuh akan bekerja. Pada saat ini, secara otomatis anak pasti akan meminta makan.

Yang jadi bos harus anaknya, biarkan dia yang mengatur kapan mau makan atau tidak. Tugas kita sekedar mengingatkan waktu makan dan menyiapkan makan.

3.Buang konsepsi kalo makan harus nasi

Ada yang lucu dengan istilah GTM-Gerakan Tutup Mulut ini, anaknya disebut ga mau makan karena ga mau makan nasi. Tapi masih mau makan pas dikasih buah, biskuit, susu atau cemilan lainnya. Okeh, itu berarti anak lo ga menutup mulutnya bukan?

Tau ga kalo 2 buah pisang nilai gizinya itu sama dengan 1 piring nasi? Dalam pedoman gizi seimbang (buat yang belum tau, pemerintah Indonesia udah enggak pake konsep 4 Sehat 5 Sempurna lagi sejak tahun 1995, iya itu berarti sejak 17 tahun yang lalu, sekarang namanya Pedoman Umum Gizi Seimbang) disebutin kalo nasi hanya SALAH SATU sumber karbohidrat, jadi masih banyak pilihan.

Buang jauh-jauh kalo yang namanya makan itu harus NASI. Anak kita makan buah-buahan, ya itu makan. Anak kita makan sayuran, ya itu juga makan bukan?

4.Libatkan anak

Biasakan selalu melibatkan anak dalam proses makan. Mulai dari menyiapkan makanan di dapur, posisi makan yang baik, berdoa sebelum makan hingga kebiasaan selesai makan. Pada akhirnya, ketika lapar anak akan mengikuti kebiasaan itu, mencari makanan sendiri ke dapur misalnya.

Kita terlalu sering menganggap bahwa anak itu engga tau apa-apa, tapi sebenarnya anak itu sedang merekam kebiasaan kita. Kita enggap pernah mengajarkan anak kita cara menelepon bukan? Tapi karena terlalu sering melihat kita menggunapan handphone untuk menelepon, seketika dia tau bahwa telpon harus diletakkan di telinga. Begitu juga dengan kebiasaan makan.

Ajarkan anak bahwa makan harus duduk, kebiasaan ini bisa dibentuk dari sejak kecil kok.

man-standing-with-a-baby-in-arms_1218-529

Membantu Istri Menyusui?

Saya termasuk orang yang enggak begitu mengenal dekat sosok Ayah. Enggak begitu banyak memori antara saya dan Ayah saya. Almarhum Ayah termasuk orang yang sibuk bekerja, mungkin gaji seorang PNS tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga, hingga sore hari pun harus tetap bekerja sebagai mantri di Puskesmas dekat rumah. Belum lagi kesibukannya sebagai pengurus RW dan pengurus salah satu underbow partai. Kami, nyarih sudah terbiasa tanpa sosok Ayah di rumah. Ketika beliau meninggal dunia pun, tidak terlalu lama kami beradaptasi tanpa kehadirannya, mungkin karena kami sudah terbiasa tanpa ada beliau. Meski kesedihan pasti ada, apalagi suasana Ramadhan dan Idul Fitri.

Ketika saya punya anak, ada keinginan yang dalam untuk selalu dekat dengan anak. Bagaimanapun caranya dia harus punya memori sosok seorang ayah yang bisa menjadi teman. Saya sadar, seorang Ayah memiliki waktu yang sangat terbatas untuk bisa bersama anaknya. Kita – para ayah – sesungguhnya hanya punya tujuh tahun pertama dalam kehidupannya untuk bisa dekat dengan anak kita. Di tujuh tahun kedua dia mulai sibuk dengan sekolah dasar dan teman-temannya. Di tujuh tahun kedua sudah mulai pergi bersama teman-teman SMP-SMU nya, mulai punya dunianya sendiri. Apalagi kalau kita beneran tenggelam dalam kesibukan. By the end of the day, kita mulai kangen masa-masa dia waktu kecil dan makan bersama keluarga menjadi formalitas belaka.

Saya enggak mau seperti itu, saya mau anak saya punya memori yang seru dalam masa pertumbuhan dengan Ayahnya. Itu kenapa, saya mau terlibat dalam proses menyusui. Awalnya, menyusui memang seperti monopoli si ibu dan si anak. Hampir tidak ada ruang untuk seorang Ayah terlibat di dalamnya, apalagi kalau kita sudah menutup diri dan menganggap menyusui memang urusan istri. Masalahnya, menyusui enggak semudah seorang bayi menghisap payudara lalu ASI keluar begitu saja. Menyusui adalah bentuk komunikasi antara bayi dengan si ibu, antara tubuh bayi dengan tubuh ibu dan antara bayi, ibu dan ayah. Bagaimana mungkin?

Payudara memiliki cara kerjanya sendiri yang tidak bisa digantikan oleh alat secanggih apapun oleh ratusan profesor manapun. Ada dua hormon yang memiliki peranan penting dalam menyusui, yaitu Hormon Prolaktin dan Hormon Oksitosin. Hormon prolaktin erat kaitannya dengan produksi ASI, sementara Hormon Oksitosin erat kaitannya dengan kelancaran ASI yang keluar. Hebatnya, hormon oksitosin ini dipengaruhi oleh perasaan dan pikiran seorang ibu dan bisa di rangsang dengan sentuhan, gambar dan suara. Semua perasaan positif akan meningkatkan hormon oksitosin yang artinya akan membuat ASI deras keluar, sebaliknya jika banyak unsur negatif maka akan menghambat hormon oksitosin dan membuat ASI seret. Jadi, apa yang bisa kita – para suami – membantu istri dalam proses menyusui agar ASI tetap lancar dan bisa sukses hingga 2 tahun atau lebih? Beberapa hal ini mungkin bisa di coba:

  • Be A Nice Personal Assistant, jika sedang ada di rumah atau pulang kerja, terlibatlah dalam mengurus bayi, menggendongnya, membuat dia tertidur, menggantikan popok, ngajak ngobrol, bermain dan lainnya. Biarkan istri kita beristirahat sebentar. Kalo kita pulang ke rumah untuk beristirahat, lalu istri kita harus pulang kemana untuk beristirahat?
  • Be A Google Man, menyusui banyak tantangannya, mulai dari puting lecet hingga hasil perah yang mungkin menurun. Cari tau dan banyaklah membaca tentang ASI dan Menyusui, istri kita pasti enggak punya cukup banyak waktu untuk membaca atau riset tentang ini. Gunakan teknologi untuk membantu, follow akun twitter yang berkaitan dengan menyusui.
  •  Make your own surprise, istri selalu senang dengan kejutan kecil yang berarti. Yoih, kita ga perlu membelikan dia Tas Hermes dan LV terbaru atau satu setel daleman Victoria’s Secret untuk bikin dia seneng. Tapi cukup membuatkan istri sarapan, makan malam atau sekedar memberikan pijitan tanpa di minta. Atau berikan waktu untuk menikmati waktunya sendiri di salon selama seharian. Rasa senang akan membuat hormon oksitosin meningkat dan ASI menjadi lancar.
  • Be A Guardian Angel, di Indonesia ada begitu banyak mitos seputar menyusui yang bisa mempengaruhi semangat seorang ibu. Suami harus menjadi benteng pertahanan istri dari segala serangan mitos tersebut. Suami bagaimanapun adalah benteng terakhir seorang istri, jangan biarkan dia merasa berjuang sendirian mengurus anak. Percayalah, menjadi orang tua bukan tugas seorang istri. Menjadi orang tua bukan pekerjaan atau profesi, karenanya adalah tugas seorang suami dan istri untuk menjadi orang tua dan mengurus anak.
  • Best Nurse Ever, menghubungi dokter atau konselor laktasi mungkin akan memakan waktu agak lama ketika istri menemuai tantangan dalam menyusui, apalagi ketika puting lecet atau halangan lainnya. Cari tau segala hal tentang common problems pada menyusui dan cara mengatasinya. Jadilah perawat no.1 bagi istri ketika menyusui.

Last but not least. Find Your Own Support. Kita paling tau siapa istri kita dan bagaimana membuat dirinya nyaman dan senang. Cari cara sendiri untuk memberikan dukungan buat istri kita. Apapun bentuknya pasti seorang istri akan menghargai usaha kita. Bukankah menikah itu untuk mencapai tujuan bersama? Kalau tidak berusaha bersama lalu apa jadinya?

Happy Breastfeeding.

Artikel ini saya tulis dalam rangka World Breastfeeding Week 2012 hasil kerjasama antara www.mommiesdaily.com dengan @ID_AyahASI.

seperti yang ditampilkan di www.mommiesdaily.comhttp://mommiesdaily.com/2012/08/07/id_ayahasi-membantu-istri-menyusui-menyenangkan/

volume-near-cup-snag-and-plaid-on-table_23-2147952656

Minat Baca (anak) Indonesia Tinggi!

Gue sama sekali engga begitu ngerti tentang dunia perbukuan sebelumnya, meski hobi membaca udah mulai disaat setiap hari Kamis pagi nungguin tukang koran anter majalah Bobo. Minat membaca (buku) baru ada ketika gue kuliah, bergabung dengan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) mendorong gue untuk membaca, itu karena semua orang pas lagi dikusi selalu mengutip kata-kata dan kalimat dari penulis bukunya. Edan, pinter banget! pikir gue saat itu.

Semenjak saat itu, tiap bulan pasti ada aja buku yang gue beli, kalaupun enggak, pinjam meminjam buku udah sangat lazim di antara temen-temen, anehnya engga ada satupun buku yang berkaitan sama kegiatan belajar di kampus. Tapi disitulah serunya, secara ga langsung, kita diajarkan menghubungkan teori yang ada di buku dengan ajaran yang ada di kampus.

Ga selesai sampe disitu, begitu gue lulus dan balik ke Jakarta, secara ga sengaja gue ketemu sama Komunitas 1001buku, komunitas ini yang kemudian mengenalkan gue kepada isu perbukuan di Indonesia, dan entah kenapa, gue merasa pas “berjuang” di isu ini. Informasi tentang dunia buku gue bertambah ketika gue akhirnya keterima di Penerbit Erlangga, salah satu penerbit besar di dunia buku pelajaran.

Di Komunitas 1001buku, gue dapet pencerahan, bahwa minat baca anak indonesia sebenarnya tinggi! gue bingung, karena selama ini yang gue denger, justru minat baca di Indonesia paling rendah, ga cuma di dunia, tapi juga di ASEAN. Sekarang gue percaya, minat baca anak indonesia emang tinggi, yang rendah justru akses terhadap buku. Bayangin aja, ke perpustakaan sekolah terbatas masalah waktu, bukunya pun terkadang tidak terawat dan tidak menarik, perpustakaan daerah biasanya jauh, sampai disini jangan berharap ada perpustakaan kelurahan atau RW yang bisa diakses, yang ada biasanya cuma formalitas aja, ada 1-3 buku yang terpajang, dan ditempel tulisan PERPUSTAKAAN.

newborn-baby-legs-on-white-bed_1150-787

1st Baby Premature

Gue mau cerita aja pengalaman proses persalinan Ayu Damayantie (@adamayantie) yang begitu seru, hehehe, seseru nonton film This Is It-nya Michael Jackson karena berasa nonton konser, penontonnya nyanyi bareng dan tepuk tangan ketika lagu kesayangannya dinyanyikan. Seru karena prosesnya memakan waktu kurang lebih 23 jam. Seru karena sebelum istri gue melahirkan, ada 3 orang pasien yang juga melahirkan lebih dulu dan semuanya bayi perempuan. Seru karena suster, dokter dan bidan mondar-mandir pindah dari satu ruangan ke ruangan yang lain untuk menangani proses persalinan yang waktunya hampir berdekatan. Seru, karena kita harus pindah 3 ruangan, dari ruang tindakan, ruangan persalinan normal, dan ruang persalinan resiko tinggi. Cerita ini secara singkat udah sempet gue share di akun pekicau (baca: twitter) gue, yang mau tau silahkan follow di @a_rahmathidayat.

pre.ma.tur
[a ] belum (waktunya) masak (matang); sebelum waktunya; belum cukup bulan; pradini

Usia kehamilannya Ayu baru aja memasuki usia 32 minggu, hari Senin, 20 September 2010 kita baru aja mengunjungi dr.Didi Hendrawan, dokter kandungan yang kita pilih untuk kontrol kandungan di RS.Hermina. Ini bukan kontrol rutin, tapi emang sengaja cek kondisi Ayu aja, soalnya udah 2 hari doi menggigil tanpa sebab. Karena khawatir terjadi apa-apa, jadilah kita sengaja cek ke dokter. Hasilnya, aman, ga ada gangguan apapun, dokter bilang itu hanya menggigil biasa aja, apalagi ternyata Ayu emang ada masalah dengan pengatur suhu di tubuhnya. Keadaan bayi juga Alhamdulillah sehat. Nothing to worry then.

Tapi semalaman itu, Ayu kelihatan ga nyenyak tidur, bolak-balik aja ke kamar mandi, si bayi emang udah sering bergerak hebat dan kadang sakit. Ternyata semaleman itu Ayu ngerasa ada kontraksi, soalnya sakit banget, tapi kita curiga itu kontraksi palsu. Karena dari buku yang kit abaca kontraksi palsu emang rentan terjadi pada trimester ketiga, di saat otot-otot pada dinding rahim ibu hamil mulai berlatih kontraksi. Terkadang kontraksi ini terasa begitu kencang, sehingga sang ibu menduga akan mengalami proses persalinan. Salah satu cirinya adalah kontraksi akan hilang kalau ibu hamil berbaring atau duduk bersandar sambil menyelonjorkan kaki, nah ini juga yang dirasain sama istri gue. Oke deh, kita ga khawatir lagi, mungkin emang Ayu butuh istirahat dulu. But wait, sometin’ happen…

 

A doller bills in a wallet

let go and let god

aa gym, pada sebuah kesempatan ceramahnya bilang begini sama jamaah,”semisal masing-masing dari kita semua yang hadir disini tiba-tiba dikasih rezeki sama Allah uang sebesar 50 juta, kira-kira nih, mau ga semuanya di sedekahin?”, seketika semua orang, termasuk gue tentunya, ngeluarin komentarnya masing-masing, suasana yang tadinya hening tiba2 jadi rame gila..hahaha…dan gue sendiri ikutan kasak kusuk sambil berkata dalam hati (gila loe a, 50 jeti tuh, masa mau disumbangin semua)…ga sampe 3 menit, aa bilang gini, ya ampun masa masih rencana aja udah pelit sih..kan uangnya juga belum adaa..hehehe, iya juga yaah, jadi malu deh gue..

ngelepasin sesuatu yang udah jadi milik kita emang rada susah, ga cuma rada deng, kayanya emang susah yah..susah karena kita tahu betapa ga mudahnya mendapatkan itu, susah karena kita tahu betul gimana diri kita harus mati-matian bekerja keras untuk hasil yang terbaik, dan kalo uang/materi itu kemudian hanya kita kasih begitu aja, kayanya ga relaaa deh..hehe

ust. yusuf mansyur pernah menasehati seorang aktor (gue lupa namanya) untuk memberikan semua bayaran maen filmya di kun fayakun untuk sedekah, dan loe tau apa yang aktor itu lakukan, ya, dia berikan semua bayarannya untuk sedekah. beberapa bulan kemudian, si ustadz mendapat kabar kalo istri sang aktor ini tengah mengandung, padahal selama ini pasangan suami istri tersebut sudah mencoba berbagai cara untuk mendapatkan seorang bayi.

desert-landscape_1048-4714

puanaaas…

Panas kayanya lagi menjadi tema minggu ini nih, puncaknya tadi malem, ketika PLN melakukan pemadaman listriknya disebagian wilayah Jakarta Timur tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sampe tadi pagi, pas gue berangkat ke kantor, listrik belum nyala juga, 12 jam sudah listrik padam, untungnya air di bak mandi masih aman, yah paling enggak bisa mengguyur badan 3 kali lah.

Tidur tadi malem, selain bermandikan keringat, juga bermandikan gigitan nyamuk, ga hanya baju aja yang gue buka, jendela pun akhirnya gue buka juga, angin malam langsung masuk ke kamar, tentunya dia ga sendirian, nyamuk dari 2 RW yang berbeda pun langsung ikutan masuk. Alhamdulillah, tangan sama kaki ga bisa diem pas tidur.

Panasnya udara tadi malem pas mati lampu emang ga sepanas 2 istri bupati kediri yang saat ini lagi maju untuk pencalonan bupati. Dalam kampanyenya beberapa waktu lalu, bahkan 2 istri ini enggan berjabatan tangan. Hariyanti, istri pertama Bupati Sutrisno, pada waktu pendaftaran bersama pasanganya Maskuri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri diusung oleh PDI Perjuangan, Golkar, Hanura, PPP, dan PKNU. Pendaftaran Hariyanti didampingi langsung sang suami. Sementara pada sore harinya, Nurlalia datang ke KPU. Istri kedua Bupati Sutrisno itu didampingi pasangannya Turmudi Abror. Mereka diusung Partai Amanat Nasional dan sejumlah partai nonparlemen. Anehnya, walaupun saat ini Sutrisno tengah dibelit sejumlah kasus yang tengah ditangani kejaksaan dan polisi, yaitu proyek Simpang Lima Gumul yang menelan anggaran miliaran rupiah, kok yah partai-partai itu masih aja mau mencalonkan istri-istrinya. Emang ga ada orang lain di kediri yang lebih mumpuni yah, kemana aja tuh arah kaderisasi partainya. Dan akhirnya, suasana kampanye pun semakin panas antar istri tersebut, entah bagaimana suasana dirumahnya ketika mati listrik?

Kucuran keringat tadi malem pas listrik mati emang enggak sederas lumpur lapindo yang sekarang muncul dengan semburan baru lagi. Total terdapat 175 titik semburan baru lumpur lapindo, bahkan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) tidak bisa mencegah munculnya semburan tersebut, BPLS hanya berusaha mengawasi, mengkontrol dan mencegah agar tidak membahayakan masyarakat sekitar. Semburan baru tersebut muncul di halaman SDN Ketapang Keres, Tanggulangin. Saudara-saudara kita pun masih menetap di pengungsian, bagaimana panasnya warga sidoarjo yang kini tinggal di penampungan jika tiba-tiba mendapat undangan menikah Ardie Bakrie dan Nia Ramadhani, yang kabarnya mereka telah mengeluarkan milyaran rupiah hanya untuk membayar wedding consultant dari USA, ah ya, kok saya malah menggosip, di gosok makin siiiiiip.

Panasnya udara tadi malem, sempe ngebikin gue harus buka baju, tenaang, gue ga bakal nyalonin jadi bupati pacitan kok, cukup Jupe aja. Suasana jadi makin panas, ketika akhirnya beredar foto-foto seksi si Ibu Cabup Pacitan ini, meski ternyata suasana juga enggak terlalu panas ketika Jupe menyambangi beberapa pesantren dengan menggunakan kerudung. Pacitan adalah kota kecil di Jawa Timur, tempat kelahiran presiden SBY. Yang menarik, mengapa justru pencalonan Jupe dan Eva Maria yang ramai diperbincangkan, mengapa bukan membicarakan pencalonan Humas PT.Lapindo yang juga turut meramaikan pemilihan bupati pacitan, pengalihan isu kah?

Ini bukti, selain memang katanya Matahari sedang dalam posisi paling dekat dengan bumi, panasnya terik matahari masing berimbang dengan panasnya lumpur lapindo, hingga membuat gue harus membuka baju ketika tidur, telat memang dibanding Jupe yang sudah membuka baju duluan.

Tapi tetep, kenapa PLN ga ngabarin dulu sih kalo ada pemadaman!! Bukan apa-apa, kalo ngabarin dulu kan gue bisa nyicil buat menampung air. Katanya bersih adalah sebagian dari iman, maka mandi menjadi catatan penting buat gue. Belum lagi, PLN berencana menaikkan Tarif Dasar Listrik. Aaaargggghh, PANAAAAAAAAAAAAASSSS!!

Senin, 26 April 2010 – 13.01

(re-post from facebook)

Copyright 2019 hidayatrahmat.id © All Rights Reserved