wave-washing-away-inscription-2018_23-2147953500

Kegelisahan 2019

Bukan, ini bukan kegelisahan yang maksudnya kejang terus geli-geli basah yak. Ngeres aja lu.

Gini, mungkin 1-2 tahun belakangan ini gue berusaha banget untuk ngerem buat enggak ikutan komentar di sosial media, apalagi kaitannya sama agama dan politik. Bukan berarti gue enggak peduli, gue paham banget sama apa yang dibilang sama Buya Syafii kalo orang waras jangan diam!

Justru itu. Gue enggak memilih diam. Gue mau bergerak, mau ngajakin banyak orang untuk bergerak, bukan sekadar ngomong doang. Gue hanya merasa urusan komentar di sosial media udah banyak banget yang jago, udah cukup kayanya tanpa gue hadir pun.

Jadi gue memilih untuk tidak diam, tapi mau bantuin banyak orang untuk urusan ASI, Menyusui, Kesehatan Ibu dan Anak, Kontrasepsi, HIV dan TB. Enggak ahli juga sih soal itu semua, tapi ada pengalaman dan pengetahuan yang bisa gue bagi ke banyak orang. Berharap ilmunya bisa bermanfaat buat orang lain. aamiin.

Gue gelisah, kalo udah jadi orang waras eh tapi malah diam. Gue gelisah kalo udah mau 40 tahun tapi masih ngerasa belum berbuat banyak baik buat keluarga, orang banyak dan negara tercinta gue.

Lebai? bisa jadi. tapi dari pengalaman gue, bisa kok, meski mungkin enggak keliatan oleh banyak orang, minimal ada lah kontribusinya buat bangsa dan negara #tsaaah.

Untuk mengakomodir kegelisahan gue itu, gue mau bikin Yayasan. Belum ada duitnya sih, jadi kalo ada yang mau bantuin gue dengan skill dan ilmu yang elo punya, plis kontak gue yak.

Thanks

newborn-baby-legs-on-white-bed_1150-787

1st Baby Premature

Gue mau cerita aja pengalaman proses persalinan Ayu Damayantie (@adamayantie) yang begitu seru, hehehe, seseru nonton film This Is It-nya Michael Jackson karena berasa nonton konser, penontonnya nyanyi bareng dan tepuk tangan ketika lagu kesayangannya dinyanyikan. Seru karena prosesnya memakan waktu kurang lebih 23 jam. Seru karena sebelum istri gue melahirkan, ada 3 orang pasien yang juga melahirkan lebih dulu dan semuanya bayi perempuan. Seru karena suster, dokter dan bidan mondar-mandir pindah dari satu ruangan ke ruangan yang lain untuk menangani proses persalinan yang waktunya hampir berdekatan. Seru, karena kita harus pindah 3 ruangan, dari ruang tindakan, ruangan persalinan normal, dan ruang persalinan resiko tinggi. Cerita ini secara singkat udah sempet gue share di akun pekicau (baca: twitter) gue, yang mau tau silahkan follow di @a_rahmathidayat.

pre.ma.tur
[a ] belum (waktunya) masak (matang); sebelum waktunya; belum cukup bulan; pradini

Usia kehamilannya Ayu baru aja memasuki usia 32 minggu, hari Senin, 20 September 2010 kita baru aja mengunjungi dr.Didi Hendrawan, dokter kandungan yang kita pilih untuk kontrol kandungan di RS.Hermina. Ini bukan kontrol rutin, tapi emang sengaja cek kondisi Ayu aja, soalnya udah 2 hari doi menggigil tanpa sebab. Karena khawatir terjadi apa-apa, jadilah kita sengaja cek ke dokter. Hasilnya, aman, ga ada gangguan apapun, dokter bilang itu hanya menggigil biasa aja, apalagi ternyata Ayu emang ada masalah dengan pengatur suhu di tubuhnya. Keadaan bayi juga Alhamdulillah sehat. Nothing to worry then.

Tapi semalaman itu, Ayu kelihatan ga nyenyak tidur, bolak-balik aja ke kamar mandi, si bayi emang udah sering bergerak hebat dan kadang sakit. Ternyata semaleman itu Ayu ngerasa ada kontraksi, soalnya sakit banget, tapi kita curiga itu kontraksi palsu. Karena dari buku yang kit abaca kontraksi palsu emang rentan terjadi pada trimester ketiga, di saat otot-otot pada dinding rahim ibu hamil mulai berlatih kontraksi. Terkadang kontraksi ini terasa begitu kencang, sehingga sang ibu menduga akan mengalami proses persalinan. Salah satu cirinya adalah kontraksi akan hilang kalau ibu hamil berbaring atau duduk bersandar sambil menyelonjorkan kaki, nah ini juga yang dirasain sama istri gue. Oke deh, kita ga khawatir lagi, mungkin emang Ayu butuh istirahat dulu. But wait, sometin’ happen…

 

A doller bills in a wallet

let go and let god

aa gym, pada sebuah kesempatan ceramahnya bilang begini sama jamaah,”semisal masing-masing dari kita semua yang hadir disini tiba-tiba dikasih rezeki sama Allah uang sebesar 50 juta, kira-kira nih, mau ga semuanya di sedekahin?”, seketika semua orang, termasuk gue tentunya, ngeluarin komentarnya masing-masing, suasana yang tadinya hening tiba2 jadi rame gila..hahaha…dan gue sendiri ikutan kasak kusuk sambil berkata dalam hati (gila loe a, 50 jeti tuh, masa mau disumbangin semua)…ga sampe 3 menit, aa bilang gini, ya ampun masa masih rencana aja udah pelit sih..kan uangnya juga belum adaa..hehehe, iya juga yaah, jadi malu deh gue..

ngelepasin sesuatu yang udah jadi milik kita emang rada susah, ga cuma rada deng, kayanya emang susah yah..susah karena kita tahu betapa ga mudahnya mendapatkan itu, susah karena kita tahu betul gimana diri kita harus mati-matian bekerja keras untuk hasil yang terbaik, dan kalo uang/materi itu kemudian hanya kita kasih begitu aja, kayanya ga relaaa deh..hehe

ust. yusuf mansyur pernah menasehati seorang aktor (gue lupa namanya) untuk memberikan semua bayaran maen filmya di kun fayakun untuk sedekah, dan loe tau apa yang aktor itu lakukan, ya, dia berikan semua bayarannya untuk sedekah. beberapa bulan kemudian, si ustadz mendapat kabar kalo istri sang aktor ini tengah mengandung, padahal selama ini pasangan suami istri tersebut sudah mencoba berbagai cara untuk mendapatkan seorang bayi.

Copyright 2019 hidayatrahmat.id © All Rights Reserved